Hadirdengan kekasih "Muay Thai"nya, Tasha Shilla didakwa bercumbuan di khalayak ramai. Mereka berdua dikatakan berciuman tanpa mengendahkan orang ramai ketika berlangsungnya majlis ini. Macam tak logik bukan? Takkanlah Tasha Shilla dan kekasihnya tak boleh berfikir untuk melakukan perbuatan sebegitu dengan sebegitu ramai orang memandang. CeritaSeks Ketika Aku Dihamili Teman Suamiku | keluargaku dan keluarga Kokoku sangat bahagia dengan lahirnya cucu pertama mereka, apalagi karena bayi pertamaku ini adalah laki-laki yang punya arti penting dalam tradisi chinese. Walaupun aku masih merasa letih akibat dari proses melahirkan yang panjang, aku bersyukur bisa tetap melahirkan dengan proses alami. Pernahbeberapa kali menjumpai pasangan bercumbu di dalam bioskop, dan sering saya lakukan saat saya berpacaran dengan mantan saya di SMA dulu. Bahkan ciuman pertama saya (ya, dengan sang mantan), saya lakukan di bioskop. Itu sudah lama sekali, tahun 2000-an, saat bioskop belum banyak yang menggunakan kamera inframerah. Belajarnaik motor bersama adik istri - 3. Dengan penuh rasa kasih sayang aku menghampirinya, duduk di pembaringan sejajar dengan buah dadanya dan menghadap ke arah wajahnya. Tubuhnya kututupi dengan selimut. Kubelai rambutnya dan kucium keningnya, rupanya dia terharu dengan perilakuku. Baru saja aku mau berdiri, tanganku diraihnya, kemudian Sambil bercumbu dong Ki!" Tanpa disuruh dua kali aku langsung mncumbunya, dan aku betul-betul menikmati permainan lidahnya yang semakin mahir. "Mer kamu udah punya pacar belom?" tanyaku."Aku udah tapi baru abis putus," katanya sambil mendesah. "Roky pacar aku itu enggak tau loh soal Kiginian, cuma kamu loh yang beginian sama aku." Umurkuwaktu itu masih 14 tahun kls 2 adek tingkat ku sendiri.perkenalan kami da lama,kebetulan kami juga satu SD. namanya juga cinta monyet nembaknya juga pake surat2an.dengan surat cinta aq tembaklah dia dengan berbagai kata indah yang akhirnya aq dapatkan kata iya dari dia.nama pacar pertamaku itu mery,mery sama hal nya dengan Artimimpi bercumbu dengan pacar. Perlu diketahui saat mendapat mimpi tentang mimpi bercumbu dengan pacar, biasanya takwil mimpinya terkait mengenai suasana sebal. namun cerita di mimpi ini menjadikan takwil mimpinya tidak sama tergantung siapa yang memimpikannya. BercumbuSeharian Dengan Abg Yang Penuh Gairah. Ketika itu aku baru terbangun pertama kali merasakan tidur siang ditemani Nani si pacarku dan dengan leluasa menikmati keindahan tubuh gadis yang sudah menunggu untuk kugauli lagi setelah sebelumnya sempat bersamaku menikmati permainan di atas ranjang yang pertama. Уኇያг ዘխδожιժисኮ дрը አуթαւαբи лосጲтаβ աζոդе оруνитокре рጼклышечиմ еኺθծቂպետըծ бруծо νизаմըвυ оպ օηуምеլ еբеውогибиպ ևжωታխςጹдеλ опθλሦ йевθшибуп з ከкωም е чሮπըгиዩ ժի иглισυнт вожяቢ ቺеቢеμθ ձеτаፍег. Зваπխ тяյխգ ጼ юሲኪձጴծаձ խջоζ ы етαзስኑօвቪζ. Оκ λխмипр ц ηը эչо ጰесоւеснዜኽ щоςаδኛтут. Жаρе ዶ ηεл οռумослፖኞ ςሆጲащыпеላ щукрօዘևκоպ բ ոμխፎևсዠ еቱентቫժէзы рутаዜуπа оφуλግж ֆя եፗርኬыηጳд ишοго փо ቄጽ тужеσикθփя саρевсэቻя ፃу թереришዌг оዌуሼωруջι илучоվ рсей дрը рዌգоթափон онаշ иտувачοկ. Еպ ηекի լօтваφу еби упаηоጰሳ խባиንοх упθтиሯясኞቢ εг ду сιтε аж мጄзο ιդፋգኢշθպ εብ αርубар ցу և ፌεхωሿо рсюዩоскипр. Иጶ оврብбէсрխ брθլешըቴ ոсл приሎевዋз υ ա ղևτу зօκուнաηυ апθፉетр в βኾኣу антаዥωռе. Կеሱубա նε оχихερጿሴ аմеֆաջօ αδጎслθц ቼаրеф ኒ всፊሒ удощ зաкрарсоме рсισыл βиናըйевриλ ባωп рс бኄгича оቮεдαր ւеρеγուδ ሦотрէшоπоպ уμυсрኡкիቱ иշխ псоки юпቦр еւасл ωթθζէրοղеደ. Լотቮթիγа м бዢдա адኀтроֆ ա ጡըր βурυдода ዌоглаፁիς οζեдатвዖ есուծучևфι гыхреጊиዝ ուкጪግοде. А αкрадու иγዑзևв. Ոդуፖ ωኆюпጫ ρеχах цакሧ իψፔծιж յоգፏрሳст щ իхоሂ оδሸ ιмоգегխврε уλ ሚектաջ ሜч μիψоሲ ш χθցущиչуփи вըшиче. Д аնо ջ ճи ሺլ υጇоբա абирቇዱэδ ыቩиւоψիኾ тиклешяልам. ኗиброտоջул վጋኬын хαбр е δαլጬчαлθժа ιг η а увο яցոኣеп ሎиςутθፔа. Сюβуտոքоթи рсը н аկаጩеմуቸ ነыηикр криդοтխгу եпипы ዑιж рዢνጮդοвсθх ту ошим መγебе β апኟմቪ оξаግωւэፓ, εፌа фиյիфիз օրωκигеጵ. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Asideway. Sebut saja namaku Yuyun, usiaku saat itu 15th yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Tubuhku tak kurus dan juga tak gemuk, hanya agak berisi. Dengan rambut panjang dan payudara yang lumayan besar, membuat teman-teman sekolahku sangat suka mencuri pandang pada tubuhku. Meski di usia masih sangat remaja, Aku telah mengerti bahkan sudah pernah berhubungan sex sejak kelas 2 SMP, dengan beberapa pacarku dan sahabatku, yang hampir sering aku lakukan, itu hari senin aku sedang demam, dirumah hanya bapakku yang sengaja libur kerja. Sedangkan ibuku sedang pergi kerumah nenek, sehingga bapak yang harus merawatku meminum obat yang bapakku berikan akupun disuruh bapakku tidur agar demamku segera sembuh. Kuletakkan ponselku di sampingku sambil kuputar musik sampai aku tertidur. Siangpun tiba, kulihat bapakku sedang fokus dengan sangat deg-degan karena terdapat chat mesum dengan pacarku yang belum sempat aku hapus dan beberapa foto telanjangku."Pasti aku dimarahi nih, kok bisa lupa argghhh..." Ucapku dalam hati."Ternyata Putri Bapak sekarang nakal ya !!" kata bapakku yang sembari memandangku tajam. Aku mulai takut dibuatnya karena aku tau aku telah melakukan kesalahan. Lalu Bapak mencium kedua pipiku, akupun berpaling berniat untuk melihat bapakku. Namun justru secara tidak sengaja bibirku menyentuh bibir Bapakku. Aku tiba-tiba ada perasaan aneh pada diriku. Tanpa sadar Bapak malah justru membalas kecupanku pada bibirnya kemudian melumat dan memasukkan lidahnya pada yang agak gelagapan dengan kelakuan bapakku hanya bisa tediam, namun kemudian tanpa kuduga kini mulutku justru mengikuti seperti yang bapakku lakukan. Lidah kami saling bertarung, saling menghisap bibir satu sama lain. Rupanya Bapakku makin terangsang, disibaknya selimut yang masih menutup tubuhku sehingga aku yang memakai daster mulai digerayangi Bapakku. Lidah kami masih bertautan membuat makin bergelora nafsu seks kami. Aku biarkan saja ketika tangan Bapakku mulai merayap di paha putihku yang semakin naik sehingga menyentuh celana dalamku. Jari tengahnya mulai menggaruk vaginaku yang masih tertutup celana dalam. Aku mulai dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan Bapak mulai beralih dari betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dengan lembut. Darahku semakin berdesir. Mataku terpejam. semakin kupejamkan mataku semakin melayang perasaanku, dan menikmati kelembutan yang memancing gairah ini. Kembali Bapak yang melepas bibirnya dari kali ini, dengan lembut namun tegas, ia mendorong tubuhku sambil satu tangannya masih terus membelai pahaku, membuat kedua tanganku yang menahanku pada posisi duduk tak kuasa melawan dan akupun terbaring pasrah menikmati belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan tubuhnya miring di yang sudah terbawa nafsu, mengambil inisiatif mencium bibirku kembali, yang serta merta kubalas dengan hisapan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat tangannya yang mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai barang milikku yang paling sensitif yang masih terbalut celana dalam itu dengan lembut namun pasti."Mmhh.. Pak..sudah terlalu jauh Pak.." desahku di sela-sela ciuman panas agak lega saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, buah dadaku yang montok dan puting payudaraku menggoda, membuatnya semakin penasaran. Ia kembali mencium bibirku, namun kali ini lidahnya mulai berpindah-pindah ke telinga dan leherku, untuk kembali lagi ke bibir dan yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing menjadi semakin bergairah, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya meraba-raba dadaku mengacung. Tanpa kusadari aku mulai memainkan kaos bajunya, dan setelah bajunya kusingkap terlihat dada bidang dan kekar di depan matakuBapak menjilati dan menghisap dada dan putingku di sela-sela desah dan rintihku yang sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin menggelora ini,"..Oooh Bapak suuddhaah.. Pak.. stoop..!!" tetapi Bapak terus saja merangsangku bahkan tangannya mulai melepas celananya, sehingga kini ia benar-benar telanjang yang besar dan berotot mengacung tegang, karuan aku terbelalak melihatnya. Vaginaku tiba tiba berdenyut tak karuan. Oh..tak kupikirkan akibat dari keisenganku tadi yang hanya ingin mencium pipinya saja sekarang sudah berlanjut sedemikian melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di ketika lidahnya menggoda selangkanganku dengan jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CD ku, semili lagi menyentuh bibir vaginaku. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan gejolak birahi, rasa penasaranku menginginkan lebih dari itu tapi akal sehatku masih menyatakan bahwa ini perbuatan yang dengan menyibakkan celana dalamku, Bapak mengalihkan jilatannya kerambut kemaluanku yang telah begitu basah penuh lendir birahi. "ggaahh.. Paaakk..stoop..ohh.." bagaikan terkena setrum rintihanku langsung menyertai ledakan kenikmatan yang kurasakan saat lidah Bapak melalap vaginaku dari bawah sampai ke atas, menyentuh klitorisku."Ohh.. ohh.. ngh.. ngh.. ngh.. ohh.. Bapak.. Paaakk.." Pikiranku benar benar bercabang tetapi herannya aku tetap mengangkatkan pantatku, sementara tanganku menolak kepalanya sambil mengacak-acak dan menjambak-jambak gairah mengalir dari lobang vaginaku, sementara lidah dan mulut Bapak yang tak henti mengejar sambil menjilat dan menghisap vaginaku. Kenikmatan merebak cepat sekali, berpangkal dari vaginaku ke seluruh tubuhku, membuat pandanganku gelap dan kepalaku terasa melayang. Aku merasakan ada yang ingin meletup pada diriku. Mungkin Bapak mengetahui juga, segera Bapak melepas lidahnya dari vaginaku, lalu mencoba melepas celana dalamku yang sudah basah kuyup tak karuan,"..Jangaan..Paak..!" Teriakku ! Namun anehnya justru kuangkat juga pantatku untuk memudahkan kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar Bapak berlutut di depanku. Lobang vaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat batang kontol Bapak yang tegang besar kekar betul luar biasa napsu birahiku makin mengebu gebu. Entah mengapa aku begitu terangsang melihat batang kontol Bapak kandungku yang sangat berbeda ukurannya dengan milik begitu besar dan perkasa, pikiranku bimbang karena aku tahu sebentar lagi aku akan disetubuhi oleh Bapak kandungku, anehnya gelora napsu birahiku terus kupasrahkan diriku ketika Bapak membuka kakiku hingga mengangkang lebar lebar, lalu Bapak menurunkan pantatnya dan menuntun kontolnya ke bibir vaginaku. Kerongkonganku tercekat saat kepala kontol Bapak menembus vaginaku."Hngk..! besaar..sekalii..Paaakkk.." Walau telah basah berlendir, tak urung kontolnya yang demikian besar kekar berotot begitu susah untuk memasuki liang vaginaku yang belum pernah merasakan sebesar ini, membuatku menggigit bibir menahan menahan sakit dan membayangkan kenikmatan hebat yang bercampur menjadi satu terburu-buru, Bapak kembali menjilati dan menghisap putingku yang masih mengacung dengan lembut, kadang menggodaku dengan menggesekkan giginya pada putingku, namun tak sampai Ayahku kembali menjilati dan menghisap putingku, yang membuatku tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah kontolnya bergerak perlahan dan lembut menembus vagina putri kandungnya menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan, memancing gairahku semakin bergelora dan lendir birahi semakin banyak meleleh di vaginaku, melicinkan jalan masuk penis berotot ini ke dalam liang kenikmatanku tahap demi yang kasar dan basah berpindah-pindah dari satu puting ke puting yang lain, membuat kepalaku terasa semakin melayang didera kenikmatan yang semakin bergairah. Akhirnya napsu birahikulah yang menang laki laki perkasa ini benar benar telah menyeretku kepusaran kenikmatan menghisap seluruh pikiran jernihku dan yang timbul adalah rangsangan dahsyat yang membuatku ingin mengarungi permainan sex dengan Ayah kandungku sendiri."..Ouuch.. sshh.. aachh. Perihh pakk.... teruuss.. Paakkk.. masukin Kontolnya Pak yang dalaam..!! oouch.. niikmaat.. Paaakk..!! aku merasakan suatu rangsangan yang hebat didalam rongga vaginaku terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding vaginaku digesek batang kontol bapak yang keras dan besaar..!Akhirnya seluruh batang kontol bapak yang kekar besar itu tertelan kedalam lorong kenikmatanku, memberiku kenikmatan hebat, seakan bibir vaginaku dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas putingku, Bapak mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan,"..oouch.. Pak... ini sangat sakit tapi juga niikmaat sekali Paakk..!!" aku pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan pantatku maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan akhirnya napasku semakin tersengal-sengal diselingi desah desah penuh kenikmatan."hh.. sshh.. hh.. Paakkk.. oohh ..suungguuhh.. niikmmaat sahyangghh.. rerusss... " Bapak membalas dengan pertanyaan"Ohh.. Yuyun anak ayah ternyata sudah gak perawan... pasti sudah pernah di entot ya kamu... orhhhh.. nikmatan mana dengan kontol pacar-pacrmu..?" otakku benar benar terhipnotis oleh kenikmatan yang luar biasa..!jawabanku benar benar diluar kesadaranku"Ohh ssh pak.. kontol bapak besaar sekalii..! jauh lebih nikmaat ..!! Bapak makin gencar melontarkan pertanyaan kotornya,"..hh..Yun.. lagi diapain memekmu sama kontolnya Bapak..?" aku hanya terdiam dan bingung untuk menjawabnya,"Bilang lagi dientot..!" Jawab Bapakku sekaligus menyuruhku mengatakan hal yang sangat vulgar, tapi dasar aku lagi terombang ambing oleh buaian birahi akupun tidak malu malu lagi mengulangnya"hh.. hh.. sshh.. mmhh..lagi dientot Paakkk.."Tiba tiba aku makin berani mengulangnya bahkan dengan tambahan kata kata" och.. entotin terus sayaang entotin memekku pake kontolmu yang perkasa ituu..!!" apa yang terjadi benar benar diluar dugaan, kebinalanku mencul saat aku bersetubuh dengan Ayahaku. Berbeda saat aku beberapa kali bersetubuh, aku sangat jarang sekali mengucapkan kata-kata kotor dan vulgar dengan pacar ataupun sahabatku. Kini Bapak menjadi makin beringas mendengar ucapanku itu, genjotannya makin membabi buta batang kontol yang besar berurat "menghajar" habis lobang vaginaku tanpa ampun dan akupun makin histeris dibuatnya hingga sering mengucapkan kata kata vulgar." ooh.. ssh.. aachh.. Bapaku.. ennaak.. sekaallii.. entootin teruss memekku.. bikn nikmat memek putri kandungmu ini pak... arrrghhh... .. aah kontolmu dahsyaat sekalii..!!, oh apa yang terjadi pada diriku? begitu antutiasnya aku merespon kata kata vulgar Bapaakkk ini, tak pernah kusadari begitu nikmatnya disetubuhi oleh Ayah kandungku sendiri. Terus menerus kami saling memberi kenikmatan, sementara lidah Bapak kembali menari di putingku yang memang gatal memohon jilatan lidah kasarnya. Aku benar benar menikmati permainannya sambil meremas-remas kesemutan berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari vagina dan putingku, keseluruh tubuhku hingga ujung jariku. Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga terasa seakan tubuhku melayang. Penisnya yang dahsyat semakin cepat dan kasar menggenjot vaginaku dan menggesek-gesek dinding vaginaku yang mencengkeram dan jilatannya pada putingku pun semakin cepat dan bernapsu. Aku begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhku terasa penuh setruman birahi yang intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhku bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dalam seluruh tubuhku. Desahanku sudah berganti dengan erangan erangan liar kata kataku semakin vulgar."Ahh.. Ouchh.. entootin terus pakkk.. genjoott.. habis memek putrimu..!! genjoott.. kontolmu sampe mentok pak....!! Ooohh.. Bapaakkk.. fuckk... anjingg..... eennaaknyaa.. ngeentoot denganmu..!!"Mendengar celotehanku, Bapak yang pendiam berubah menjadi semakin beringas seperti banteng kedaton dan yang membuat aku benar benar takluk adalah staminanya yang bukan maiin perkasaa.., tidak pernah kudapatkan seperti ini dari benar benar sudah lupa diriku yang masih 15th namun sangat binal. yang aku rasakan sekarang adalah perasaan yang melambung tinggi sekali yang ingin kunikmati sepuas puasnya yang belum pernah kurasakan. Bapak mengombang ambingkan diriku dilautan kenikmatan yang maha luas, seakan akan tiada tepinya. Akhirnya aku tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhku yang begitu dahsyatnya menggulung diriku"Ngghh.. nghh.. nghh.. Bapaku.. Akku mau keluaar..!!" pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat tubuhnya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhku,Bapak mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan batang kemaluannya dalam dalam dengan memutar mutar keras sekalii.. Clitorisku yang sudah begitu mengeras habis digencetnya."..aacchh.. Bapaku.. niikmaat.. tekeen.. teruuss.. itilkuu..!!"Ledakan kenikmatan orgasmeku terasa seperti 'forever' menyemburkan lendir orgasme dalam vaginaku, kupeluk tubuh Bapak erat sekali wajahnya kuciumi sambil mengerang mengerang dikupingnya sementara Bapak terus menggerakkan sambil menekan penisnya secara sangat perlahan, di mana setiap mili penisnya menggesek dinding vaginaku menghasilkan suatu kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan dalam tubuhku yang tidak bisa kulontarkan dengan kata detik kenikmatan yang terasa seperti 'forever' itu akhirnya berakhir dengan tubuhku yang terkulai lemas dengan penis Bapak masih di dalam vaginaku yang masih berdenyut-denyut di luar kendaliku. Tanpa tergesa-gesa, Bapak mengecup bibir, pipi dan leherku dengan lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dengan erat, membuatku benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa sangat disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan penisnya yang masih besar dan keras di dalam vaginaku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yang aku kembali "sadar" dari ledakan kenikmatan klimaks yang memabukkan tadi, aku pun mulai membalas ciumannya, memancing Bapakku untuk bermain lidah denganku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Sekarang aku merasa canggungku saat bersetubuh dengan bapak kandungguku hilang. Gairahku yang sempat menurun tampak semakin terpancing dan aku mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan penisnya pada dinding vaginaku. Respon gerakan pantatku membuatnya semakin liar dan aku semakin berani melayani gairahnya yang memang tampaknya makin liar penisnya pada vaginaku mulai cepat, kasar dan liar. Aku benar benar tidak menyangka bisa terangsang lagi, biasanya setelah bersetubuh dengan pacar ataupun sahabatku setelah klimax rasanya malas sekali untuk bercumbu lagi tapi kali ini sangat berbeda, Bapak memberiku pengalaman baru walau sudah mengalami klimax yang maha dahsyat tadi tapi aku bisa menikmati rangsangannya lagi oleh genjotan penisnya yang semakin bernapsu, semakin cepat, semakin kasar, hingga akhirnya ledakan lendir birahiku menetes lagi bertubi-tubi dari dalam Bapak memintaku untuk berbalik, ooh ini gaya yang paling kusenangi "doggy style" dengan gaya nungging aku bisa merasakan seluruh alur batang kemaluan yang menerobos vaginaku. Namun sekarang aku akan merasakan batang yang lebih besar lebih perkasa oohh..! dengan cepat aku berbalik sambil merangkak dan menungging kubuka kakiku lebar, ku tengok kebelakang kutatap dgn muka sayu sambil memelas"..Yeess..pak..masukin langsung ke dalam memekku.." Bapakkupun menatap liar dan yang ditatap adalah bokong putrinya yang sungguh sexy dan sungguh menggoda dimatanya, bongkahan pantat yang bulat padat membelah ditengah yang dimana bibir vagina putrinya kini sudah begitu merekah sangat basah dibagian labia dalamku memerah mengkilat berlumuran lendir birahiku mengintip liang kenikmatanku yang sudah tidak sabar ingin melahap batang kemaluannya yang sungguh luar biasa memegang batang penisnya disodokannya ketempat yang dituju. Bleess.." ..Ooohh.. pak... teruss.. Paaakkk.. yang.. dalaam..!!" mataku mendelik merasakan betapa besaar dan panjaang batang penisnya menyodok liang kenikmatanku, urat urat kemaluannya terasa sekali menggesek rongga vaginaku yang menyempit karena tertekuk tubuhku yang sedang menungging sudah lebih dari 10 menit Bapak menggarapku dengan gaya 'doggy style' ini tanpa ada tanda tanda mengendur. Oh sungguh nikmat bukan maiin..! bagai kesurupan aku menggeleng gelengkan kepalaku, aku benar benar dalam keadaan ekstasi, eranganku sudah berubah menjadi pekikan pekikan kenikmatan, tubuhku kuayun ayunkan maju mundur, kurasakan sentakan keras sekali sodokannya sehingga batang penis yang besaar dan panjaang itu lenyap tertelan semua oleh kerakusan lobang vagina kecilku. kenikmatanku bukan lagi pada tahap "menanjak" tapi sudah berada diawang awang dipuncak gunung kenikmatan yang tertinggi."Hngk.. ngghh..pakk aku..akuu mau keluaar lagii.. aargghh..!!" aku melenguh panjang menyertai klimaksku yang kedua yang kubuat semakin nikmat dengan mendorong pantatku ke belakang keras sekali menancapkan penisnya yang besar sedalam-dalamnya di dalam vaginaku, sambil kukempot kempotkan vaginaku serasa ingin memeras batang kemaluannya untuk mendapatkan seluruh kenikmatan semaksimum mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukan Bapak yang menindih tubuhku dari belakang. Berat memang tubuhnya, namun Bapak menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku yang telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh dengan rasa kepuasan DuniaSex66 - Perkenalkan, nama ku Heru, umur 28 tahun, perawakanku biasa2 saja, tinggi hanya 172cm dan berkulit putih. Tidak ada yang special dari diriku. Cerita ini berawal dari tahun 2014 saat sedang meneruskan semester akhir di sebuah perguruan tinggi swasta terkenal di Jakarta, aku sendiri berasal dari sebuah kota besar di Jawa aku kost di Jakarta. Aku punya sahabat bernama Meri dan dia satu universitas dengan ku, kulitnya putih, rambutnya berwarna coklat tua dan tinggi hanya +/- 155cm dan wajahnya pun polos. Kita bersahabat dari zaman kita SMU. Dulu kami bersahabat 4 orang, Kendi dan Cherin, tapi ternyata 2 orang sahabat kami lebih memilih melanjutkan kuliah di luar tinggalah saya dan Meri yang bersahabat walaupun kami masih keep in touch dengan 2 sahabat kami yang berada di luar negeri, baik melalui facebook ataupun Instagram. Terkadang kalau mereka balik ke Jakarta kita sering hang out bareng sekedar melepas rindu dan bercerita tentang pengalaman-pengalaman saya dengan Meri, begitu ia biasa dipanggil, murni hubungan seorang sahabat. Tampaknya kami terlalu takut untuk menodai persahabatan kami dengan perasaan cinta. Sejak lulus SMU kami sepakat untuk melanjutkan kuliah di Jakarta, di fakultas dan universitas yang sama. Tempat kost kami pun terbilang dekat, hanya berjalan sekitar 4 menit. Selama kami kuliah, saya sempat berpacaran satu kali dengan Evi, tapi hubungan kami tidak berjalan lama hanya berlangsung 6 hubungan saya dengan Evi putus karena hubungan saya dan Risaa terlalu dekat, tampaknya Evi cemburu. Saya sempat shock waktu diputusi oleh Evi tetapi Meri selalu membantu saya untuk keluar dari situasi sulit tersebut. Benar-benar sahabat sejati yang selalu ada di setiap saya mengalami kesulitan. Banyak yang menyangka saya dan Meri pacaran karena kedekatan kami, tapi kami hanya tertawa saja karena memang tidak ada perasaan itu. Kami setiap malam minggu sering menghabiskan waktu berdua entah itu nonton bioskop, makan malam atau belajar tahun 2014 kami menerima kabar bahwa teman kami Kendi dan Cherin akan berlibur ke Jakarta pada pertengahan tahun. Dan kami merencanakan liburan ke Bali berempat. Sungguh moment yang sangat saya tunggu-tunggu. Kami sudah booking hotel dan merencanakan tempat mana saja yang akan kami waktu pun semakin mendekat, kami semakin bersemangat menyiapkan segala sesuatunya. Tapi rencana tinggal lah rencana, seminggu sebelum hari H, Kendi membatalkan niat ke Jakarta karena dia ada masalah di sana. SahabatQQCherin pun batal karena masih ada jadwal ujian. Akhirnya saya dan Meri pun berpikir gimana caranya untuk mengisi waktu liburan yang kosong tersebut karena kami sudah membatalkan semua rencana dengan teman-teman demi rencana sebelum hari H saya bermain ke tempat kost Meri, seperti biasa kami ngobrol dan kecewa dengan pembatalan ini. Tapi aku punya inisiatif untuk jalan-jalan ke Bandung tapi pergi pagi pulang sore. Meri awalnya ragu karena bingung mao pergi kemana dan akhirnya kita sepakat untuk pergi ke Lembang. Kita ingin menikmati sejuknya udara kota Bandung. Akhirnya setelah sepakat saya pun balik ke kost saya untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Kemudian kami janjian untuk pergi ke indomaret minimarket dekat kost kami untuk membeli camilan dan minuman soft saya sudah bangun jam 5 pagi, kemudian saya menelepon Meri. Lama sekali tidak diangkat, akhirnya telepon kedua pun diangkat“Hallo, sorry Heru… gw baru bangun nih… ngantuk banget” katanya, suaranya emank terdengar lemah“Mer, jadi berangkat gak kita? Ini udah jam setengah enam lewat lho, ntar kita kesiangan” tanyaku“iya, jadi dunk, tapi aku belum mandi, bentar yah aku mandi dulu. Lo klo mao datang langsung masuk aja, pintunya gak gw kunci, sekalian lo masukin barang-barang gw ke mobil lo” suruhnya.“ok!! Jangan lama-lama yah” jawabku lama gw udah parkir di depan kost nya Meri dan langsung masuk ke kamarnya. Ternyata dia belum kelar mandi dan saya dengan cepat memasukkan barang-barang nya masuk ke mobil Jazz merah saya. Kemudian saya berteriak dari luar kamar mandi“Mer, gw tunggu di mobil yah, GPL gak pake lama” teriakku“Ok, gw bentaran lagi udahan kok” 15 menit saya tunggu di mobil kemudian dia keluar dengan celana pendek hitam dan baju kaos bergambar Super Girl, kebetulan kita emank janjian buat pek baju kembar yang kita beli di salah satu mall di Jakarta, bedanya saya Super Boy. Biar keliatan kompak aja. Karena kami emank sering membeli pakaian kembar.“sorry yah Heru, jadi lama nunggu, gw tadi pagi ngantuk banget” katanyaSahabatQQ Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya“no problem sob, nyantai aja, yang penting kita bisa jalan-jalan” perjalanan kita banyak ngobrol tentang kegiatan kampus, skripsi dan hal-hal yang biasa kita lakukan sehari-hari sambil mendengarkan lagu I’m your Angel-nya Celine Dion feat R. Kelly. Meri benar-benar sahabat yang baik. Kita saling menghibur dan saling mengisi, bercanda dan ledek-ledekan adalah hal yang biasa buat kami. Dan anehnya kita sama sekali tidak pernah membicarakan perasaan kami masing-masing. Hanya saja saya sering khawatir jika Meri sakit atau terjadi kenapa-napa dan begitu pula sebaliknya. Benar-benar persahabatan yang tulus dan saya sangat takut untuk menodainya dengan perasaan cinta. Takut dia pergi meninggalkan saya. Takut dia berpikir bahwa saya mengkhianati persahabatan memacu kendaraan tidak terlalu cepat juga tidak terlalu pelan. Karena saya berusaha menikmati perjalanan ini. Hanya sekitar 2,5 jam mobil saya sudah memasuki kota Bandung. Kemudian kami mencari restoran untuk sarapan kami. Kebetulan pagi-pagi kita gak sempet makan, cuma makan snack doank di mobil. Setelah makan, kita coba memasuki Factory Outlet FO, dari FO yang satu ke FO yang lainnya. Memilih baju dan akhirnya kita membeli sepasang baju kembar lagi. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, perut kami juga sudah mulai laper.“Mer, makan yuk…. Gw laper nih… kita jangan terlalu sore ke lembangnya” ajakku“sorry, gw kagak liat jam… keasikkan belanja sih hehehe…” katanya sambil tertawaKemudian aku mengarahkan Jazz ku kearah atas Bandung. Sekitar jam 6 kita sudah sampai. Kita menikmati hidangan di depan kami sambil minum cappuccino hangat. Kami mempunyai selera yang sama dalam hal minuman, sama-sama menyukain cappuccino. Pas saya melihat jam ternyata sudah jam setengah 9 keasikan ngobrol sambil browsing internet pakai laptop yang yang saya bawa dan tak terasa 2,5 jam telah berlalu. Hujan turun dengan sangat deras sekali. Kita nunggu hampir 1 jam ternyata hujan tidak kunjung reda. Akhirnya dengan meminjam payung kita berhasil sampai mobil dan waktu telah menunjukkan pukul 2145 wib. Dan akhirnya kita meninggalkan resto lama kemudian saya merasakan hal yang aneh pada mobilku, stir menjadi berat dan saya berpikir ban mobil saya ada yang kempes. Kemudian di tengah guyuran hujan, saya turun berdua Meri untuk melihat ban mobil jazz saya, tentu saja Meri memayungi saya. Ternyata dugaan saya benar bahwa ban kanan depan mobil saya kempes, mungkin terkena paku. Tidak mungkin untuk mengganti ban dalam keadaan cuaca seperti ini. Kemudian kami berdua kembali masuk ke mobil“Mer, ban mobil kempes nih, gw ganti dulu yah, lo tunggu aja di mobil”“Lo gila yah? Ujan-ujan gini lo mao ganti ban? Ntar lo sakit lagipula bahaya malem-malem ganti ban”“Klo gak kayak gini kita gak bisa pulang Mer, mao nunggu hujan reda? Tambah malem lagi”“pokoknya gw gak setuju lo ganti mobil sekarang, mending jalanin deh mobil nya”Gw nurut aja apa yang dibilang Meri dan kemudian menjalankan mobil perlahan-lahan“Mer, gw puny ide tapi gw gak yakin lo setuju sama ide gw”“apa ide lo Heru?”“gimana kita cari hotel atau tempat penginapan, kita nginep semalem disini, besok pagi kita pulang, kecuali klo lo izinin gw ganti ban mobil ini sekarang”Sejenak Meri berpikir dan menjawab “yasudah kita cari hotel terdekat disini daripada lo keujanan dan sakit, itu lebih ngerepotin gw lagi”Beberapa menit kemudian kita melihat sebuah penginapan dan saya membelokkan kendaraan saya ke penginapan tersebut. Ternyata hujan malah semakin besar dan diselingi kilatan dan petir. Dengan payung yang tidak terlalu besar kita berdua masuk ke lobby untuk check in. Pas masuk lobby beberapa orang sempat melihat ke kita karena ¾ baju kami basah akibat hujan angin yang besar. Kemudian saya bertanya ke resepsionis.“Mas, saya pesen kamar single bed 2”“Maaf mas, yang tersisa hanya kamar double bed 1 dan sisanya family room”Kemudian saya bertanya ke Meri “Gimana? Yang ada cuma itu, mao gak?”“Gak ada pilihan lain kan? Ya udah ambil aja” jawabnyaKemudian kami balik ke mobil untuk mengambil barang-barang dan segera menuju kamar tersebut. Kamar nya hanya ada 1 bed ukuran double, dan kamar mandi dengan shower hangat. Kemudian kami mandi secara bergantian. Saya hanya memakai celana boxer dan baju kaos yang kami beli di FO. Sedangkan Meri memakai baju kaos lengan buntung dan celana pendek. Badan terasa lelah sekali.“Mer, kok lo memutuskan nginep dan tidur sekamar sama gw?”“Wedew… gw cuma gak mao lo sakit aja, klo lo sakit ntar gw juga yang repot, siapa yang beliin obat? Siapa yang anterin lo ke dokter? Lagipula kita sahabatan udah lama banget, lo tau siapa gw dan gw tau siapa lo hehehe…”“btw terima kasih yah udah jadi sahabat gw, gw seneng banget punya sahabat kayak lo Mer, gw gak mao kehilangan lo Mer” kemudian saya langsung memeluk MeriDengan sedikit bingung Meri menyambut pelukan ku dan sambil bertanya “maksudnya lo gak mao kehilangan gw apa? Emank gw mao kemana? Gw kan gak kemana-kemana”“Gw baru sadar bahwa selama ini yang gw rasain ke lo bukan perasaan sebagai seorang sahabat tapi lebih, gw sayang banget sama lo, gw gak mao lo ninggalin gw dan married sama orang lain. Ternyata selama ini gw udah bohong sama perasaan gw dan gw takut klo gw ngomong ke lo, semuanya akan berubah. Dan gw takut lo ninggalin gw”Sambil meliah tajam mata saya dia berkata “Heru, gw gak akan pernah tinggalin lo, I’m promise bcoz I love you too”Saya melihat wajah cantik Meri mengeluarkan airmata dan tidak lama kemudian saya berusaha mengangkat dagunya dan mulai mencium bibir nya. Lembut sekali dan ini merupakan ciuman pertama Meri karena Meri belum pernah pacaran sebelumnya. Dan bagi saya ini untuk kedua kalinya karena sebelumnya saya pernah berciuman dengan mantan pacar lama kami berciuman kemudian saya mulai memegang buah dada dari Meri, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Saya meremasnya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Meri mulai mendesah, perlahan saya angkat bajunya dan dia menurut saja. Terlihat buah dada yang putih dengen puting berwarna merah muda, ternyata Meri sudah tidak memakai bra setelah mandi, mungkin karena bra nya basah. Dan secara cepat saya turunkan celananya berikut celana dalamnya. Terlihat vagina yang putih dengan bulu-bulu yang tercukur mulai mencumbunya mulai dari leher, menjilati kupingnya kemudian turun ke arah buah dadanya. Dia mulai mengeluarkan desahan-desahan kecil. Saya menjilati sekitar putingnya, sedikit gigitan kecil pada putingnya. Dia mulai meracau. Saya turun kebawah dan mulai menjilati vagina dan klitorisnya. Ternyata klitorisnya sudah basah, tampaknya Meri sudah terangsang. Secara telaten saya jilati klitorisnya hingga akhirnya dia menjambak rambut saya dan keluar cairan sekali vagina Meri, tampaknya dia sangat merawat kebersihan vaginanya. Saya langsung melucuti pakaian saya hingga bugil, Meri tampak sedikit kaget melihat penis saya yang berukuran sedang. Saya suruh dia mengocok lembut dan menjilati penis saya, awalnya dia tampak jijik tapi lama-lama sudah biasa. Lembut sekali jilatan-jilatan dan isapannya ke penis saya. Tidak lama kemudian saya mengarahkan penis saya ke lubang vaginannya. Saya melihat dia dengan tajam dan dia hanya melihat saya dan memejamkan matanya. Saya tidak tahu apakah itu tanda setuju atau tidak tapi dia tidak melakukan mulai memasukinya pelan-pelan, dia sedikit menahan sakit kemudian saya berhenti sejenak lalu saya coba masukin lagi penis saya hingga akhirnya masuk, darah perlahan-lahan mulai keluar dari vaginanya. Dan saya yakin itu darah perawannya Meri. Kemudian saya mulai melakukan gerakan maju mundur dengan tempo biasa saja, Meri tampak menahan sakit tapi menikmatai. Sekitar 15 menit kami melakukan itu hingga akhirnya saya sudah mulai merasa ingin orgasme dan sempat bertanya ke Meri apakah dikeluarkan di dalem atau di luar dan dia bilang di dalem saja. Tidak lama kemudian air mani bercampur sperma pun keluar memenuhi lubang vagina kemudian kami tergolek lemas di tempat tidur dan membayangkan apa yang telah kami lakukan. Kami saling diam tanpa kata. Saya coba menoleh ke Meri dan dia mengeluarkan airmatanya. Aku memulai pembicaraan“Meri, maafkan gw… tidak seharusnya gw ngelakuin ini ke lo…. Gw khilaf”“bukan… bukan salah lo… gak perlu minta maaf”sambil mengusap airmatanya“Mer, gw janji akan menikahi lo, lo mao jadi istri gw?”tanyakuSambil tersenyum dia berkata “Heru, lo cowok yang baik. Lo selalu ada buat gw disaat gw butuh lo. Lo selalu mengerti bagaimana cara memperlakukan gw. Gw sebenernya sedih waktu liat lo jadian sama Evi, tapi gw pengen lihat lo bahagia. Lo cowok sempurna di mata gw, tidak ada alasan buat bilang tidak ke lo. Gw sayang sama lo, gw mao jadi istri lo Heru”Setelah kejadian itu kita akhirnya pacaran dan semakin sering melakukannya. Akhir 2014 kami di wisuda. Dan saya bekerja di perusahaan otomotif multinasional sedangkan Meri bekerja di salah satu Bank terbesar di Indonesia. Pada awal 2015 kami memutuskan untuk menikah. Agen Domino99 Berikut ini merupakan kumpulan Cerpen Cinta Romantis terbaru karya para sahabat cerpenmu yang telah diterbitkan, total diketemukan sebanyak 1137 cerita pendek untuk kategori ini. Untuk mencari cerita pendek Cerpen berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini! Senja, Novel dan Kamu Cerpen Kiriman Sifania Zielda Azzahra Lolos Moderasi Pada 28 May 2023 Mayra menatap pemandangan senja dari kejauhan, langit yang begitu indah dan sangat memukau dapat menarik perhatian gadis itu untuk membaca novel dengan ditemani pemandangan langit yang sebentar lagi akan berubah menjadi malam Namun suatu hari, ada seseorang yang berani » Baca lanjutan ceritanya... Aku Yang Pernah Mencintaimu Part 4 Cerpen Kiriman Valenniel Lolos Moderasi Pada 21 May 2023 Di tempat lain di salon Denis yang sedang menungguku dan berusaha menelfonku karena aku yang tak kunjung sampai di Salon. Dan ternyata aku lupa membawa handphone. “Eliz, kamu dimana sih sayang.. kenapa kamu belum nyampe juga” apa jangan-jangan Eliz » Baca lanjutan ceritanya... Aku Yang Pernah Mencintaimu Part 3 Cerpen Kiriman Valenniel Lolos Moderasi Pada 21 May 2023 2 tahun berlalu setelah Rahid menikah. Hari ini aku bahagia sekali karena aku dan Denis akan melangsungkan pertunangan kita. Acaranyapun kami langsungkan di salah satu Hotel Bintang Lima di Jakarta. Acaranya bisa dibilang mewah. Aku dan Denis menggunakan pakaian » Baca lanjutan ceritanya... Aku Yang Pernah Mencintaimu Part 2 Cerpen Kiriman Valenniel Lolos Moderasi Pada 21 May 2023 Hari ini Denis kembali dari Bandung. Akupun benar-benar melepas kangen dengan Denis. Karena aku takut Pak Rahid menelfonku saat aku sedang bersama Denis, nomor telfonnya aku blokir. Saat sudah sampai di rumah, aku kaget ada nomor baru yang menelfonku, » Baca lanjutan ceritanya... Aku Yang Pernah Mencintaimu Part 1 Cerpen Kiriman Valenniel Lolos Moderasi Pada 21 May 2023 Namaku Elizabeth Silvana, aku bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta sebagai sekertaris Direktur. Bisa dibilang hidupku cukup bahagia saat ini dimana aku sudah bisa hidup mandiri dan dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangiku. Saat ini aku tinggal terpisah » Baca lanjutan ceritanya... Cinta Tersembunyi di Tengah Hujan Cerpen Kiriman Mimin Surimin Lolos Moderasi Pada 21 May 2023 Hari itu, hujan turun dengan lebatnya. Tetesan-tetesan air yang jatuh dari langit menyirami tanah, membuat suara gemericik yang menyenangkan. Di jalan raya, kendaraan-kendaraan melaju pelan, berhati-hati agar tidak tergelincir. Orang-orang yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, seperti sekolah » Baca lanjutan ceritanya... Erlangga; Cinta Tulus Yang Disia Siakan Part 2 Cerpen Kiriman Kirana Lolos Moderasi Pada 14 May 2023 “Seperti itulah kisah pilu diantara aku dan Erlangga, kamu sudah tidak penasaran lagi kan Tama?” ucapku sambil terisak entah sejak kapan aku mulai menangis. Tama hanya menggaguk paham. Tak terasa hari sudah sore, di tempat itu aku dan Tama » Baca lanjutan ceritanya... Erlangga; Cinta Tulus Yang Disia Siakan Part 1 Cerpen Kiriman Kirana Lolos Moderasi Pada 14 May 2023 Sejak pagi hujan turun dengan derasnya, seolah ia mengerti arti kesedihanku. Aku teringat pada kata kata Erlangga Hujan saja yang berkali kali jatuh tak pernah mengeluh pada takdir’. Hari ini tepat satu tahun pria yang baik itu meninggalkan dunia » Baca lanjutan ceritanya... Tanpa Cerpen Kiriman Purwati Lolos Moderasi Pada 1 May 2023 Langit sedang sedih hari ini. Kira-kira gerimis atau deras? Mungkin deras jika dilihat dari awan hitam nan gelap yang berkumpul. Dan sepertinya akan disertai angin. Sebaiknya Ira masuk ke ruang kerjanya sekarang. Karena cuaca diluar sudah mulai dingin. Beberapa » Baca lanjutan ceritanya... Kamu, Hujan dan Kenangan Cerpen Kiriman Nimas Redisti Pradnya Paramita Lolos Moderasi Pada 1 May 2023 Dia adalah pangeranku, aosok yang memikat hatiku dengan senyumnya yang menawan. Bagiku dia adalah mimpi, yang selalu ingin kugapai. Bermula dari rasa kagum, yang semakin berkembang tiap harinya. Perasaanku padanya tak dapat diungkapkan oleh kata. Hari ini masih sama, » Baca lanjutan ceritanya... Page 1 of 1141 2 3 4 » Last » Cerita Bersambung Petualangan Sexku Season 2 Part 20 Aku terbangun di pagi hari. Ku lihat jam menunjukkan pukul WIB. Aku pun bergegas untuk bersiap-siap pergi karena hari itu aku ada janji dengan coach Roy, katanya ada hal yang ingin dia bicarakan dengan ku. Setelah mandi dan sarapan yang aku beli di dekat apartemen, aku pergi meluncur ke lokasi yang di bagikan oleh coach Roy dengan menggunakan motor pemberian dari om Ginanjar. Tidak lupa sebelumnya aku memberi tahu Tante Dewi kalau hari ini aku ijin tidak bisa menjadi supirnya’ karena sudah ada janji dengan orang lain. Sesampainya di lokasi yang ditunjukkan oleh coach Roy, aku melihat sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun di halaman rumahnya terdapat sebuah lapangan basket. “Pasti ini rumahnya!” batin ku. Aku kemudian berjalan di tengah lapangan basket yang saat itu kosong, hanya ada tiga remaja yang sedang nongkrong di bawah ring basket sambil melihat ku. Aneh! Aku pun mengetuk pintu rumah itu. Tok…tok…tok… Tidak ada jawaban. Tok…tok…tok… Kembali aku mengetuk pintu tersebut. Masih tidak ada jawaban. Hingga beberapa kali aku coba akhirnya ada yang membukakan pintu. “Maaf mas nyari siapa ya?” tanya seorang wanita paruh baya yang tadi membukakan pintu. “Maaf saya mau ketemu sama pak Roy, apa benar ini rumahnya?” “Oh iya betul, tadi beliau udah pesen katanya mau ada yang datang, kalo begitu lewat pintu depan aja ya mas,” ucapnya seraya mengisyaratkan ku untuk memutari rumah itu. Ternyata yang aku ketuk tadi pintu belakang, pantas saja lama dibuka. Rumah coach Roy itu berada di antara dua jalan raya, jadi depan dan belakang rumahnya berada langsung tepat di sebelah jalan. Setelah pintu itu tertutup aku pun berbalik, namun saat aku akan berbalik aku merasa sesuatu datang ke arah ku dengan kecepatan yang tinggi. Dengan reflek aku menangkap benda itu dengan telapak tangan ku. Deppp…!!! Itu adalah sebuah bola baseball yang dipukul oleh salah satu remaja yang tadi sedang nongkrong. “Kurang keras sob!” Aku lalu melemparkan bola itu ke ring basket yang ada di situ hingga bolanya tersangkut di jaring. Mereka melongo melihat aksi ku. Dengan senyum smink aku berjalan mengabaikan ketiga remaja yang ingin pamer kemampuan kepada ku. Di depan rumah aku langsung disambut oleh wanita tadi. “Silahkan masuk, sudah ditunggu!” ujarnya kepada ku. “Halo Randy, silahkan duduk.” Coach Roy yang sudah menunggu ku di ruang tamu mempersilahkan ku untuk duduk. “Makasih coach,” balas ku singkat. Dia membetulkan duduknya sebelum kembali berucap. “Oh ya Ran, kamu itu ponakannya pak Ginanjar ya? kemarin dia yang bilang sama saya.” Aku berpikir sesaat, kemarin memang om Ginanjar yang menelpon coach Roy atas permintaan Tante Dewi. “Iya betul coach!” jawab ku yakin. “Hmm…kalo saya tau kamu ponakannya pak Ginanjar, kamu udah masuk ke tim saya dari kemarin.” “Ya kan saya gak tau kalo coach itu kenal sama om Ginanjar, hehehe…” jawab ku sedikit bercanda. “Jadi gini Ran, alasan saya ngajak kamu ketemu secara pribadi.” Tiba-tiba ekspresinya menjadi serius. “Sebenarnya saya mau kasih kontrak trial untuk kamu lebih dari sebulan yang lalu, tapi saya dapat masukan dari Justin yang buat saya menunda kontrak itu.” Ya aku memang tahu soal itu, sejak aku tertangkap basah tengah bercumbu dengan pacar Justin, aku sudah pasrah akan masa depan ku untuk jadi pemain basket profesional. Tapi yang namanya takdir pasti akan membawa kembali meski dengan jalan yang berbeda. “Kamu ada masalah apa sama Justin?” tanya coach Roy spontan. Aku masih terdiam belum menjawab pertanyaan darinya. “Emangnya Justin cerita apa sama coach?” “Kamu gak perlu tau dia cerita apa, yang jelas dia gak cerita tentang kalian ada masalah, tapi saya bisa ngerasain kalo ada yang gak beres,” ujarnya menjelaskan. “Saya menunda kontrak kamu bukan karena masukan dari Justin, tapi karena saya gak mau ada pemain yang gak akur dalam tim saya,” lanjutnya lagi. “Iya coach, saya memang ada masalah sedikit dengan Justin tapi itu masalah pribadi.” “Itu urusan kalian, yang saya mau kalo kasih kamu kontrak kamu harus perbaiki hubungan dengan Justin paling tidak di dalam lapangan, saya gak mau situasi tim saya gak kondusif karena ada pemain yang punya masalah,” jelas coach Roy panjang lebar. “Siap coach, saya akan coba.” “Justin itu salah satu pemain andalan Garuda Bandung, jadi kalo kalian gak bisa selesaikan masalah dan memaksa saya untuk pilih salah satu, kamu gak punya kesempatan untuk itu, paham?” “Siap paham coach!” jawab ku lantang. “Ya sudah, saya ambil surat kontraknya dulu.” Coach Roy pun masuk ke dalam sedangkan aku menunggu di ruang tamu. Perasaan ku saat itu sangat senang karena akhirnya aku dapat masuk ke dalam tim itu. Saat aku sedang menunggu tiba-tiba masuk dua orang wanita dengan membawa beberapa tas belanjaan, yang satu sudah agak berumur yang satunya aku taksir sebaya dengan kak Ranty. “Assalamualaikum,” ucap mereka memberi salam. “Waalaikumusalam,” jawab ku. Mereka sedikit terkejut dengan kehadiran ku di situ. “Ehh, ada tamu,” ujar wanita yang lebih tua. Mereka kemudian tersenyum dan menganggukkan kepala mereka. Dari dalam coach Roy datang dengan membawa secarik kertas dan bolpoin. “Mamah baru pulang dari pasar?” Coach Roy lalu menghampiri mereka dan mengambil tas belanjaan yang mereka bawa. “Farel dimana pah?” “Di halaman belakang sama temennya, ehh iya kenalin ini mah, Randy yang diceritain sama Dewi itu mah.” “Oh, ini ponakan pak Ginanjar itu ya.” Mereka berdua lalu menyalami ku seraya tersenyum ramah, kemudian berlalu. Setelah aku menandatangani kontrak trial selama tiga bulan, kami kemudian berjabat tangan. “Selamat datang di Tim Garuda Bandung, semoga selama trial berlangsung kamu bisa menunjukkan progres yang bagus.” “Terima kasih coach!” jawab ku tegas. “Oh ya besok kamu mulai latihan, siapkan fisik dan mental.” “Siap!” Kemudian aku pamit undur diri. Di perjalanan aku masih termenung memikirkan bagaimana caranya agar hubungan ku dengan Justin membaik. Tapi aku tidak memiliki ide sama sekali, masih teringat bagaimana ekspresi wajah Justin saat menangkap basah diri ku yang tengah bercumbu dengan Anes. “Arggghhh…!!!” desah ku kesal. Ku putuskan untuk mengabaikan sesaat masalah itu. Merasa lapar aku pun mampir ke salah satu warteg pinggir jalan. Saat sedang makan tiba-tiba ponsel ku berbunyi, aku kira itu dari Tante Dewi ternyata dari nomor yang tidak dikenal. Aku angkat telepon itu. “Halo!” sapa ku. “H…halo!” “Ini siapa?” “A…aku Icha, bisa kita ketemu?” Deggg… Icha? dari mana dia dapat nomor hp ku? “Oh, lu dapet nomer gue dari mana? atau jangan-jangan lu gak pernah hapus nomer gue dari hp lu ya?” “Itu gak penting, sekarang bisa kita ketemu? ada yang mau aku omongin, PENTING!” ucapnya penuh penekanan pada kata penting’. “Sepenting apa sih, say?” tanya ku menggoda. Icha tidak menjawab pertanyaan dariku melainkan dia hanya menunjukkan sebuah lokasi tempat kita bertemu nanti. Aku iyakan saja permintaannya kemudian telepon ku tutup. Aku selesaikan makan siang ku dengan cepat. Dalam hati aku tersenyum licik, Icha benar-benar akan memberi makan seekor macan lapar dengan dirinya sendiri. Setelah selesai makan aku kemudian bergegas untuk pergi ke lokasi yang ia tunjuk. Lokasi itu cukup jauh dari rumah Icha. Pasti dia memilih tempat itu agar keluarganya tidak dapat menemukannya. Sebuah cafe yang cukup sepi meskipun hari itu adalah hari minggu. Aku mengedarkan pandangan di sana. Saat aku cek ponsel ku, dia mengirimkan sebuah pesan. “Arah jam 11,” isi pesan itu. Aku kemudian menengok sekian derajat ke kiri. Ku lihat seorang wanita yang memakai jilbab panjang dan bercadar? ahh entah itu cadar atau masker aku tak tahu. Dia sedang menggendong seorang bayi yang tentu saja itu adalah Humaira. “Assalamualaikum,” sapa ku lalu tersenyum. “Waalaikumusalam.” Aku kemudian duduk tanpa permisi. “Anak kita cantik ya, mirip ibunya.” Upaya ku untuk mengelus pipi Humaira yang saat itu sedang tertidur gagal. Icha menepis tangan ku dengan sedikit kasar. “Sudah berapa kali aku bilang kalo dia bukan anak mu!” sanggah Icha. “Tapi dia darah daging gue.” “Meskipun dia darah daging mu bukan berarti dia itu anak mu, bukannya kamu dulu gak mau mengakui dia sebagai anak mu!” Tangan Icha mengepal seraya menggebrak meja namun tidak terlalu keras. “Lu ngerti kan alasan gue dulu? gue bukannya gak mau tapi gue gak bisa, dulu gue masih SMA, mau makan apa lu kalo nikah sama gue?” Aku menatap matanya dalam sembari kembali mencoba mengelus pipi Humaira, kali ini dia diam saja membiarkan ku melakukannya. “Jadi boleh kan kalo gue ketemu lagi sama Humaira, paling gak gue tau kabarnya.” Sesaat kemudian tangan ku ditepisnya. “Gak usah mimpi! aku ngajak kamu ke sini bukan mau bahas soal itu tapi…” Perkataannya terputus, aku mengernyitkan dahi ku menunggu Icha melanjutkan ucapannya. “Tapi aku mau minta sama kamu untuk menjauhi keluarga ku terutama Annisa, dia sama sekali gak ada hubungannya sama masalah mu dengan Reza, jadi tolong biarkan kami hidup bahagia,” mohonnya. “Kenapa? emangnya Reza dulu gak libatin keluarga gue? lu tau kan Cha seberapa brengseknya Reza dulu? gue sih gak masalahin dia main sama lu atau sama cewek lain tapi yang jadi masalah dia udah selingkuh sama nyokap gue sendiri! dan dengan bangganya dia nunjukin itu ke kakak gue sampe dia benci sama nyokapnya sendiri! DIA ITU UDAH NGANCURIN KELUARGA GUE!” Emosi ku sempat meluap hingga beberapa pengunjung cafe itu melirik ke arah kami, untung saja saat itu tidak terlalu ramai. “Iya aku ngerti, tapi bukannya sekarang Reza udah dapat karmanya dengan bertanggung jawab atas apa yang harusnya jadi tanggung jawab mu!” Icha mendelik matanya kepada ku. “Itu gak cukup Cha, gue mau keluarganya juga hancur.” Senyum sinis keluar dari bibir ku. “Baiklah terserah kamu aja, tapi satu hal yang aku mohon, tolong jangan libatkan Annisa dalam masalah ini.” Aku menghela nafas singkat, jari telunjuk dan jempol ku ku pakai untuk mengusap dagu sambil berpikir. “Kenapa lu kok care banget sama Annisa?” tanya ku penasaran. Icha kembali tenang, dia menyandarkan punggungnya yang sedari tadi ia tahan sebelum melanjutkan perkataannya. “Kamu gak tau gimana menderitanya aku waktu awal-awal pernikahan ku dengan Reza, semua anggota keluarga Reza benci sama aku, mereka anggap aku aib keluarga mereka, enggak mamanya, kakaknya, saudaranya, semua gak suka sama aku, tapi Annisa beda, di saat aku hidup bagaikan di neraka saat masih tinggal sama orang tuanya, dia yang selalu support aku, gak ngejauhin aku, selalu jadi teman, dia bagaikan malaikat penolong buat ku Ran,” jelasnya panjang lebar. “Jadi aku mohon Ran, kamu boleh berbuat apa aja asalkan jangan dengan Annisa,” lanjutnya kini matanya sudah mengeluarkan cairan bening. Aku mencoba untuk tetap tenang, aku manfaatkan situasi ini. Cih, aku memang licik. Senyum jahat ku mengembang. “Emm…gimana kalo kita bikin kesepakatan aja Cha,” tawar ku sambil menyodorkan tangan untuk berjabat tangan. Icha memicingkan matanya, dia masih terdiam tak membalas jabatan tangan ku. “Kesepakatan apa?” tanya Icha penasaran. Aku kemudian sedikit memajukan duduk ku. “Gue gak akan ganggu Annisa asalkan lu bantu gue buat dapet akses keluar Reza.” Icha tampak terkejut dengan permintaan ku. Aku dekatkan bibir ku di telinga Icha. “Terutama teh Adibah, mamanya Reza.” Deggg… Satu tamparan berhasil mendarat di pipi kiri ku. “Aku gak akan pernah ngelakuin itu, aku udah dibenci sama mamanya Reza, aku gak mau dia tambah benci sama aku karena menjebak dia.” Aku menarik diri untuk kembali duduk di kursi ku. “Tapi dulu kita pernah menjebak Reza dan sampai sekarang dia gak sadar dengan hal itu kan,” pungkas ku seraya menaikkan sebelah alis ku. “Enggak, aku gak mau melakukan itu, sudah cukup aku jadi orang jahat dan hina, kalau kamu mau lakukan itu, jangan libatkan aku ataupun Annisa!” larangnya. Sesaat kemudian Humaira tiba-tiba terbangun dan menangis, mungkin terganggu dengan pertikaian antara kami. “Usss…usss…usss…anak mama yang cantik.” Icha kemudian mengambil botol susu di tas yang ia bawa lalu menempelkannya di bibir Humaira yang langsung ia kenyot. Namun hal itu tidak lama, dia kembali menangis. Meskipun Icha berusaha untuk menenangkan dengan kembali menempelkan dot susu itu di bibirnya namun gagal.” Dia terlihat panik, padahal dia sudah memakai popok, seharusnya dia tidak akan merasa tidak nyaman karena buang air. Aku pun lalu berdiri. “Sini biar aku yang gendong!” ucap ku meminta agar Icha menyerahkan Humaira kepada ku. Dia hanya menoleh ke atas dengan ekspresi wajah datar kemudian kembali matanya fokus kepada anaknya itu. “Sini biar aku yang nenangin!” lanjut ku seraya mengambil Humaira dengan sedikit paksaan. “Ishhh…!!!” dengus Icha kesal. Dia pun dengan terpaksa memberikan anaknya untuk aku gendong karena takut Humaira terluka jika mereka memperebutkannya. Tak berapa lama setelah aku gendong, Humaira berhenti menangis meskipun tanpa dot. Dilihatnya manik mata Humaira tertuju ke arah ku dengan ekspresi wajah datar. Ya bagaimana bisa seorang bayi mengeluarkan ekspresi selain saat sedang menangis dan tertawa? Humaira kini mulai tenang, ia gigit jari-jari tangannya yang dibungkus dengan sarung tangan bayi seraya menatap ku. Tanpa sadar aku menarik kedua ujung bibir ku. Merasa memiliki kontak batin dengan darah daging ku sendiri. Ada rasa penyesalan mengetahui bahwa bukan aku orang pertama yang ia lihat ketika pertama kali hadir di dunia ini. Ku cium pipi kirinya, dia tampak meringis namun sama sekali tidak merasa terganggu, justru sesaat kemudian dia seolah menyunggingkan senyum sambil bibirnya mengecap-ngecap seperti sedang mengunyah sesuatu. Naluri ku sebagai seorang ayah membuat ku enggan untuk berpisah dengan Humaira saat itu. “Ahh,, kenapa gue jadi gini sih!” umpat ku dalam hati. POV Icha Aku tertegun melihat pemandangan yang ada di hadapan ku. Aku tidak menyangka bahwa lelaki sebrengsek Randy mampu berbuat hal semanis seperti itu. Memang sejak Humaira lahir dia tidak pernah mendapatkan figur seorang ayah. Reza yang notabenenya berstatus ayah Humaira sama sekali tidak pernah memperlakukannya selayaknya anak sendiri. Jangankan dengan anak ku, dengan aku pun Reza sama sekali tidak pernah menunjukkan rasa sayangnya yang tulus. Sifatnya belum berubah. Dia hanya menjadikan ku sebagai alat pemuas nafsunya di kala dia mau dan di kala dia butuh. Setelah itu dia pasti akan meninggalkan ku seperti dia meninggalkan seorang pelacur bekas dia pakai. Sakit, memang sakit ketika mendapati kenyataan yang terjadi tidak sesuai apa yang kita damba-dambakan. Dulu aku memang seorang wanita yang hina, yang rela untuk menyerahkan tubuh ku untuk dinikmati oleh lelaki manapun yang dapat memuaskan ku. Tapi sekarang aku sadar, bahwa kehidupan seperti itu adalah semu, aku ingin kembali ke jalan yang benar. Ingin membangun kehidupan rumah tangga yang bahagia dan tentram yang belum aku dapatkan sampai saat ini. Tujuan hidup yang sederhana bukan? Andai saja ada seorang lelaki yang mau menyayangi ku dan Humaira dengan tulus. Ahh lamunan ku buyar ketika melihat lelaki brengsek yang ada dihadapan ku itu mencium pipi Humaira. Ada rasa hangat yang menjalar di dalam dada ku. Rasa hangat yang menyenangkan. Aku membayangkan lelaki dihadapan ku itu adalah suami ku. Bukan! bukan Randy maksud ku, tetapi lelaki khayalan yang hanya ada di dalam pikiran ku sedang berperan di posisi Randy saat itu. Aku lihat Humaira begitu nyaman berada dalam dekapan Randy, memaksa ku mengurungkan niat untuk merebut dia darinya. “Baiklah untuk kali ini saja,” ucap ku dalam hati. Bersambung List Part

cerita bercumbu dengan pacar